Renungan harian , senin, 1 corinthian 7, Spiritual war in marriage / peperangan rohani terjadi dalam pernikahan

1 Corinthian 7 :5 Do not deprive one another except with consent for a time, that you may give yourself to fasting and prayer; and come together again so that Satan does not tempt you because of your lack of self control.

Rasul Paulus menuliskan bahwa suami dan istri jangan lalai melakukan hubungan intim, hanya ada satu alasan mengapa suami dan istri dalam suatu kurun waktu berpuasa dari hubungan intim; yakni  pada saat mereka bersepakat mau berdoa puasa sementara waktu. Diluar situasi ini maka suami dan istri jangan sampai lalai berhubungan intim.

Dikatakan dengan jelas bahwa Setan ( Satan) akan mendapatkan celah untuk masuk dan membawa dosa sexual dalam keluarga, jika pasangan suami istri tidak menjaga hal ini, artinya hubungan sexual keintiman suami dan istri adalah bagian dari peperangan rohani dalam melawan strategi setan.

Sebagai Gembala dan hamba Tuhan, saya banyak , bahkan sering menjumpai kasus pertikaian rumah tangga dan dosa sexual terjadi dalam kehidupan keluarga dikarenakan pasangan suami dan istri lalai menjaga itensitas dan rutinitas hubungan sexual suami istri yang intim.

Sepertinya bagi kaum single hal ini tidak  masuk akal, yakni pasangan suami istri tidak intens melakukan hubungan intim, terdengar aneh !, jangan heran ada banyak sekali pasangan suami istri yang lalai tidak intens dan tidak rutin melakukan hubungan intim,

Banyak kasus masalah rumah tangga terjadi  karena hal ini  ; lalai dalam intensitas keintiman,   ada banyak pasangan  yang frekuensi keintiman suami istri mereka hanya   1 bulan hanya sekali ( normalnya secara biologis frekuensi normal adalah 2-3 kali seminggu bagi yang  berumur dibawah 50 tahun ) , bahkan banyak ditemukan kasus  dalam  3 bulan hanya satu dua kali saja, bahkan ada yang  lebih parah lagi, yakni dalam  satu Tahun hanya beberapa kali saja!

Ini berbahaya , karena mengundang dosa sexual hadir dalam rumah tangga, dan strategi setan agar tidak adanya keintiman suami istri untuk merusak keluarga terjadi. Ada banyak isu mengapa hal ini terjadi;  penyakit kelemahan sexual , sakit psikologis, sakit penyakit dalam tubuh, hingga rasa tidak puas terhadap tampilan fisik dari pasangan ,hingga kepahitan batin , hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut .

Rasul Paulus menjelaskan untuk tidak saling menjauhi secara sexual antara suami dan istri ,  mereka harus menjaga intensitas hal ini dengan baik agar tidak jatuh pada tipu daya setan .

Pasangan suami istri perlu segera mencari konselor Kristen dan mendapatkan terapi, dan saya yakin  akan  selalu ada solusi akan hal ini , Tentunya Tuhan Yesus akan menolong melalui para konselor dan juga ketika pasangan ini berdoa dan membawa permasalahannya maka Roh Kudus akan menolong dan  doa orang beriman besar kuasanya, juga tindakan dari orang beriman akan membawa perubahan nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s