Renungan harian alkitab, sabtu ,Acts Saved by Grace, diselamatkan karena Anugerah

Mengapa Ahli taurat, dan kaum farisi,  sangat agamawi dan tidak memiliki iman akan kuasa Tuhan yang nyata, akan Yesus Kristus adalah Tuhan.

Mereka berpikir sangat berfokus pada hal hal details , sehingga kehilangan esensi yang sesungguhnya , Mereka sangat berfokus mengajar kesempurnaan prosedur secara detail  ke titik extreme. Mereka tidak berfokus pada Iman!

Ketika  Rasul Paulus mengabarkan Injil kabar baik kepada bangsa bangsa lain yang tidak bersunat , orang orang farisi dan ahli taurat yang sudah bertobat dan menjadi murid Kristus ,menghakimi mereka karena tidak disunat. Cara pikir orang -orang farisi ini meskipun sudah menjadi Kristen tidak berubah, berfikir extreme details dan prosedural sehingga kehilangan esensi.

Esensi dari Sunat dalam perjanjian lama , adalah ikat janji antara Tuhan dan Abraham ( bangsa Israel),  agar bangsa Israel mengingat akan Tuhan Allah Abraham sebagai Tuhan mereka dan perjanjian-Nya! Sunat bukan suatu formula super natural, atau prosedur mantra gaib! Sunat adalah tindakan iman mempercayai Tuhan Allah Abraham.

Tuhan Itu sudah turun ke dunia dalam rupa Yesus Kristus , dan menyempurnakan semua ikat janji darah, dengan suatu ikat janji penyempurnaan , yakni ikat janji darah Yesus, yang kita kenal dengan perjanjian baru! berarti sudah mencapai kesempurnaan yakni perjanjian baru oleh darah Yesus.

Semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat  diselamatkan karena anugerah ( saved by Grace), bukan karena;  disunat, membayar perpuluhan, melakukan hukum sabath , tetapi karena Iman terhadap Anugerah Tuhan Yesus Kristus. Tindakan extreme prosedural dan detail, adalah tindakan mengandalkan kekuatan sendiri , bukanlah tindakan iman !

Tentu saja perjanjian baru juga mengatur hal hal prosedural dan detail agar ada ketertiban dan kejelasan standard nilai, tapi bukan untuk ditarik ke titik extreme menggantikan iman dan anugerah!

Para pembaca renungan terkasih ,mari kita mempelajari alkitab dengan hikmat yang benar, jangan melewati batas hikmat dan mencapai titik extreme detail dan prosedural, karena kita diselamatkan oleh IMAN akan anugerah Tuhan , dan esensi iman bukanlah kekuatan manusia, tetapi sebaliknya mempercayai hal hal diluar akal budi tanpa melihatnya, dan berserah secara akal budi dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s