Renungan alkitab harian, minggu: ” Semau sendiri ? ” 2 Taw 31:20-21

Ketika ulang tahun dari orang orang yg dekat tiba, pergumulan tiba , mau dibelikan kado apa?

Terutama setelah pengalaman saya pribadi  belasan tahun mendapatkan kado ulang tahun yang tidak terpakai atau tidak sesuai, ahkirnya mencapai titik  menjadi kritis ketika ingin memberikan kado ultah kepada orang lain.

Ya…, sebagai pubik figur ( hamba Tuhan) yang dekat dengan banyak orang dan dikasihi banyak orang tentunya, selama belasan tahun saya menerima pemberian barang – barang yang tidak terpakai, atau terpaksa saya pakai.

Contohnya, sepatu yang nomornya tidak pas, baju yang kekecilan atau kebesaran, pakaian yang warnanya atau modelnya tidak sesuai kepribadian saya, atau sepatu yang nomornya benar tapi modelnya aneh, buku buku yang saya sudah punya dilemari buku bahkan beberapa buah dengan judul yang sama, gelas  atau mug yang sudah menumpuk puluhan digudang, parfum atau peralatan mandi yang wanginya tidak saya sukai bahkan pusing menciumnya,  pulpen parker atau merek lain yang sudah menumpuk satu dus dirumah, ikat pinggang yang kebesaran atau kekecilan, hiasan dinding yang tidak tau mau dipaku ditembok yang mana lagi dirumah, hingga hewan piaraan yang saya tidak sukai.

Alhasil begitu banyak barang barang menumpuk digudang , atau terpaksa saya pakai hingga rusak padahal saya tidak suka barang tersebut !

Sebenarnya kalau bertanya dulu ke yang ulang tahun , tentunya akan jadi  lebih baik,  tanyakan lagi butuh apa ?, tapi problemnnya, yang ulang tahun nga tau budget berapa yang dianggarkan oleh yang memberi , jadi panjang deh urusannya…

Ahkirnya saya dapat hikmat, yang ulang tahun saya berikan voucher merchant , jadi dia bebas mau beli apa saja yang tepat kebutuhannya, dan kalau ia tidak mau belanja gunakan voucher-ia bisa berikan ke orang lain voucherya , sehingga jadi berkat bagi orang lain, sedangkan kado  untuk kelahiran bayi saya berikan produk prdouk habis pakai dengan  merek yang pasti bagus buat bayi  :pampers, bedak, sabun bayi dll , jadi pasti akan habis terpakai atau  terkadang voucher juga.

Yang jadi pergumulan berat adalah kasus kiriman  makanan !, kue kue, snack ,tart, coklat yang membuat gemuk , makanan oleh – oleh yang menggunakan pengawet dan pewarna, kerupuk camilan , gorengan snack yang bikin sakit tenggorokan, bahkan pemberian makanan sehat dan bergizi pun, jika  tidak tepat waktu memberinya akan mubazir , contoh: saya pagi pagi sudah masak sup daging satu panci, tiba tiba siang hari mertua saya kirm soto satu rantang !, lho siapa yang mau makan? , sup satu panci saja 2 hari baru habis..

Mengenai makanan lebih baik berikan makanan beku , jadi kapan penyajiannya bisa flexible , tinggal dipanaskan atau di oven atau di goreng sebentar, atau beri kabar dari 1 hari sebelumnya kalau kasih makanan segar harus habis satu hari.

Dalam memberi dalam bentuk barang  jadi atau melayani orang kita tidak bisa :Semau sendiri”  , karena pemberian atau pelayanan kita jadi MUBAZIR, malah bikin pergumulan baru orang tersebut , tidak jadi berkat malah beban baru.

Karena itu dalam undangan pernikahan, selalu ada keterangan gambar -sebaiknya memberikan “angpao cash”, bukan barang barang ( gambar kado barang dicoret) , saya sungguh mengerti akan hal ini, memberi cash adalah solusi jitu untuk kado pernikahan menurut saya.

Apalagi dalam hal  beribadah kepada Tuhan, kita tidak bisa semau sendiri , ada aturan dan cara yang Tuhan sudah tentukan ; perlu persentase perpuluhan yang benar, persentase persembahan khusus yang terbaik, beribadah kebaktian mingguan tidak terlambat, sikap hati yang baik, motivasi ibadah yang benar  perlu dilakukan sesuai alkitab dengan segenap hati, dan kehidupan yang benar setiap hari, bukan hanya hari minggu saja.

Kita tidak bisa ibadah semau sendiri, apalagi moody seenaknya, datang terlambat, pulang lebih awal,  sering bolos ibadah, tidak memberikan persembahan khusus terbaik, memberi perpuluhan kurang dari 10 % , sikap hati anti ekspresi di gereja ,prejudice dan banyak perilaku lain yang tidak berkenan di mata Tuhan.

Raja Hizkia , tau akan hal ini, ibadah tidak bisa ” semau sendiri’, dengan kerja keras dan segenap hati, ia menyelenggarakan ibadah bait Allah ( gereja) sesuai kehendak Tuhan , dan Tujuan beribadah tercapai, Tuhan menerimanya dengan senang hati , dan buah dari pada kerendahan hati ini  ( tidak semau sendiri ) dalam beribadah maka dia menjadi berkelimpahan (makmur)

2 Taw 31 : 20-21 ” Thus Hezekiah did throughout all Judah, and he did what was good and right and true before the Lord his God ,and in every work that he began in the service of the house God, in the law and in the commandment, to seek his God, he did it with all his heart, So he prospered.”

Selamat hari sabath, enjoy go to church and worship God

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s