renungan hari selasa: tidak bisa memaksa Tuhan, 1 raj 14

Kalau kita mengamati taman kanak kanak, maka sebuah pemandangan umum melihat anak anak ngambek,

Namanya juga anak anak, suka maksa kehendak, inginnya semua kemauannya di turutin, seiring bertumbuhnya usia, mereka bertumbuh dewasa dan menyadari bahwa tidak semua kemauan mereka itu baik dan tidak semua keinginan harus diberikan, ini sebuah fakta.

Namun seringkali kita melihat orang – orang dewasa yang memaksakan keinginan mereka, dan tidak tanggung-tanggung , mereka memaksa Tuhan, kalau Tuhan tidak memberikan apa yg mereka mau, mereka ngambek ; tidak mau beribadah ke gereja, nga mau doa, dll.

Ada cara lain memaksa Tuhan, yakni memaksa hamba Tuhan untuk memberikan legitimasi, memenuhi harapan kemauan mereka,

Suatu hari ada seorang wanita yang baru bercerai, dan saat itu sudah punya pacar baru, datang kepada saya, dan memaksa mau konseling dengan saya dengan tujuan agar saya “melegalisasi dia kawin lagi”, dia tanya “jadi anda mau tidak mengkonseling saya , kalau tidak saya cari pendeta dan gereja lain?”, tentu saja dengan halus saya mempersilahkan dia mencari gereja lain saja, karena dia hanya ingin legalitas

Lebih parah lagi, seorang pendeta memohon saya untuk datang ke gerejanya dan bernubuat hal – hal yang baik, terutama untuk mempengaruhi anggota teamnya yang sedang galau karena gereja sedang kacau bermasalah, ( masalahnya ditimbulkan  karena karakter dan mental pendeta itu) tentu saja saya menolak, alhasil dia kepahitan dengan saya , karena tidak mau tolong dia….

Dalam 1 raj 14 nabi Ahijah, didatangi istri raja, yang diperintah raja meminta nubuatan ke nabi ahijah ; agar dia sembuh dan tetap jadi raja. Tentu saja, Tuhan tidak bisa diatur manusia, rencana Tuhan raja wafat dan kerajaannya dihancurkan , hal ini terjadi karena raja menyembah berhala dan memberontak pada hukum Tuhan,

Ahijah bukan hamba Tuhan POPULIS , dia pun menyampaikan 100% kehendak Tuhan, bahwa raja akan wafat dan kerajaan terpecah, tidak peduli apakah raja atau rakyat jelata, Tuhan adalah TUHAN, dan Dia tidak diperintah manusia.

Bagi para pemimpin: ingatlah rencana Tuhan lebih besar dari keinginan kita, dan tidak semua keinginan kita adalah yang terbaik, jadi janganlah berambisi, kehendak yg paling sempurna adalah kehendakNya, pastikan hanya kehendakNya yang jadi.

Mari kita berdoa: “Tuhan aku mengerti tidak semua keinginanku adalah yang terbaik, tapi jalah jalanmu adalah benar dan sempurna, aku menyerahkan hidup ini dan segala keinginanku kedalam tanganmu, jadikanlah indah dan memberkati orang banyak, pimpinlah aku ya Tuhan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s