Renungan Harian Alkitab, 20 April, Ecclesiastes 2 ;” ungodly labour is vanity, jerih payah tanpa tujuan ilahi adalah sia-sia”

Ecclesiastes 2:9-11 (NKJV) So I became great and excelled more than all who were before me in Jerusalem. Also my wisdom remained with me.
Whatever my eyes desired I did not keep from them. I did not withhold my heart from any pleasure, For my heart rejoiced in all my labor; And this was my reward from all my labor.
Then I looked on all the works that my hands had done And on the labor in which I had toiled; And indeed all was vanity and grasping for the wind. There was no profit under the sun.

Pengkhotbah 2:9-11 (TB) Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.
Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku.
Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.

Raja Salomo seorang pekerja keras (work hard), tapi ia juga seorang yang menikmati hasil kerjanya(play hard), ini adalah kata kata motivasi yang sering di ajarkan pada seminar pengembangan diri, dan diajarkan para motivator handal; work had and play hard!

Sayangnya ternyata Salomo membuktikan bahwa prinsip ini bukanlah kebenaran ilahi, bahkan membawa petaka hati; kekosongan yang amat dalam, kesia -sia an!

Disinilah para artis, aktor, celebrity , orang orang yang ternama, populer dan kaya raya mulai mencari cara mengisi kekosongan ; obat obatan, mabuk mabukan, narkoba, perzinahan, menikahi banyak pria dan wanita, hingga bunuh diri

Para pembaca terkasih, semua hal penambahan; harta kekayaan, tahta, materi, pasangan lawan jenis, popularitas bukanlah tujuan kehidupan ! Itu hanya penambahan, dan alat mencapai misi kehidupan orang beriman.

Penambahan dan alat pencapai tujuan tidak akan pernah bisa menggantikan tujuan hidup anda! Jika dijadikan tujuan hidup hasilnya adalah kesia-sia an.

Lalu apa tujuan hidup orang percaya ? Dalam renungan harian esok hari, kita akan membahasnya..

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 19 April, Ecclesiastes 1; “without presence of God all vanity, tanpa hadirat Tuhan semua kesia-sian”

Ecclesiastes 1:1-2 (NKJV) The words of the Preacher, the son of David, king in Jerusalem.
“Vanity of vanities,” says the Preacher; “Vanity of vanities, all is vanity.”

Pengkhotbah 1:1-2 (TB) Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Raja Salomo adalah raja yang teramat kaya, sangat mahsyur, dan dikagumi raja raja didunia waktu itu. Ia bahkan memiliki 1000 istri dan gundik, dan tentara yang sangat kuat, dan kerajaan yang sangat makmur.

Ternyata inilah yang terjadi jika seorang hidup tanpa visi dari Tuhan! Semuanya kosong dan sia-sia.

Para pembaca terkasih, ketika Salomo memutuskan menyembah dewa-dewa yang disembah banyak isterinya, Roh Tuhan undur daripadanya! Dan hidupnya menjadi kosong!

Uang , tahta, wanita yang sangat banyak tidak dapat mengisi kekosongan hatinya, tanpa hadirat Tuhan semuanya kosong.semuanya kesia-sia an.

Renungan Harian Alkitab, 18 April, Provebs 31;”woman who fears the Lord, wanita yang takut akan Tuhan”

Proverbs 31:30 (NKJV) Charm is deceitful and beauty is passing, But a woman who fears the Lord, she shall be praised.

Amsal 31:30 (TB) Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Sungguh tiada yang paling berharga bagi para pria selain mempunyai seorang isteri yang takut akan Tuhan.

Inilah standard kaum pria mencari isteri yang seiman, yakni “seorang wanita yang takut akan Tuhan”

Para pembaca terkasih, seorang wanita yang takut akan Tuhan akan hidup dalam kekudusan, tunduk dan menghormati suaminya, mengasuh anak- anaknya menjadi anak beriman, dan menjadi penolong bagi suaminya , karena itu wanita yang takut akan Tuhan lebih berharga dari emas dan perak , permata.

Renungan Harian Alkitab, 17 April, Provebs 30;”word of God is pure, Firman Tuhan itu murni”

Proverbs 30:5-6 (NKJV) Every word of God is pure; He is a shield to those who put their trust in Him.

Amsal 30:5-6 (TB) Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.

Perkataan Allah yang hidup adalah rhema firman Tuhan, dan berbeda dengan pengetahuan tentang ayat alkitab.

Manusia bisa membaca dan menghafal ayat alkitab, dan tidak berdampak apapun selain menghabiskan energi dan waktu! Kita membutuhkan kerendahan hati dan pengurapan Roh Kudus, untuk bisa menerima rhema firman Kristus.

Andapun harus menemukan gereja yang mempercayai karunia Roh Kudus masih bekerja, karena hanya melalui Roh Kudus seorang pengkotbah dapat membagikan rhema firman Tuhan, dan melalui pengurapan Roh Kudus jemaat dapat menerima rhema firman Allah.

Para pembaca jika kita telah rhema firman Allah bukan sekedar pengetahuan Alkitab, maka kita akan merasakan kuasa yang nyata, dan mengalami dampak rhema firman yang seperti perisai dalam pikiran, hati dan kehidupan nyata kita.

Renungan Harian Alkitab, 16 April, Provebs 29″ The Rod and rebuke, tongkat rotan dan teguran”

Proverbs 29:15 (NKJV) The rod and rebuke give wisdom, But a child left to himself brings shame to his mother.

Amsal 29:15 (TB) Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

Anak-anak harus dididik, jika tidak hidupnya di masa datang akan menjadi pecundang!

Cara mendidiknya adalah orang tua mengajarkan nilai kebenaran dan disiplin, dan juga mendisiplin dengan teguran , dan jika tidak di dengarkan maka dengan pukulan tongkat rotan di pantat!

Para pembaca terkasih didiklah anak dengan teguran dan bila mereka belum mencapai usia dewasa, didiklah mereka dengan tongkat rotan( pukulan disiplin dengan rotan yg lentur ke bagian pantat , dan bukan melampiaskan amarah tapi mendisiplin.)

Jika anak- anak gagal dalam pengenalan nilai nilai kebenaran maka ketika mereka dewasa, mereka akan membawa malu bagi orang tua, karena kelakuan mereka

Renungan Harian Alkitab, 15 April, Provebs 28, don’t hasten to be rich, jangan ingin cepat kaya!

Proverbs 28:20 (NKJV) A faithful man will abound with blessings, But he who hastens to be rich will not go unpunished.

Amsal 28:20 (TB) Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Dunia dan penyesatannya mengajarkan untuk cepat kaya secara instan, dan menghalakan segala cara!

Para motivator dunia, trainer agen asuransi, trainer financial advisor, penulis buku memblow up jurus jurus cepat kaya, dan dunia berguru kepada mereka, bahkan gereja yang tidak memahami hal keuangan yang alkitabiah juga ikut-ikutan mengundang para motivator dunia, berkotbah di mimbar gereja mengajarkan cepat kaya, dengan berhutang, dan cara cara lainnya.

Para pembaca terkasih, kaya adalah hal yang biasa dalam kerajaan Allah, karena Bapa di surga memang teramat kaya.

Tapi karakter yg benar , tidak cinta uang, dan hanya menjadikan kekayaan sebagai alat memperluas kerajaan Allah, itu adalah nilai kebenaran.

Ambisi cepat kaya, kaya instan, dengan berhutang atau menghalalkan segala cara pasti akan berujung pada kehancuran! Bahkan di hukum Tuhan.

Sebaliknya anak-anak Tuhan yang bisa dipercaya hal kekayaan dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan, akan diberkati sangat berlimpah untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Renungan Harian Alkitab, 14 April, Provebs 27 “do not boast about tomorrow, jangan sombong tentang hari esok”

Proverbs 27:1 (NKJV) Do not boast about tomorrow, For you do not know what a day may bring forth.

Amsal 27:1 (TB) Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.

Manusia tidak pernah tau dengan pasti akan apa yang terjadi hari esok, tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti kecuali Tuhan.

Berapapun banyak aset, harta, simpanan, koneksi, jabatan dan segala hal yang dapat dijadikan jaminan di dunia, tetap saja manusia tidak dapat menyombongkan hari esok, karena belum tentu esok hari ia masih hidup.

Bencana alam terjadi setiap hari, setiap hari jutaan manusia meninggal dan sakit, dan banyak tragedi terjadi didunia.

Para pembaca terkasih, murid -murid Tuhan Yesus mengetahui bahwa kehidupan hanyalah sementara dan jika masih hidup, maka setiap hari hidup adalah untuk berbuah bagi Tuhan dan mati adalah keuntungan , masuk surga.