Renungan harian Alkitab, Job 18, Minggu; Job Not Listening, Ayub tidak mendengarkan”

Job 18:1-3 (NKJV) Then Bildad the Shuhite answered and said:
“How long till you put an end to words? Gain understanding, and afterward we will speak.
Why are we counted as beasts, And regarded as stupid in your sight?

Setelah pedebatan panjang lebar antara Job dan sahabat sahabtnya, ternyata Job sama sekali tidak mendengarkan , dia menolak input dan nasehat, sungguh membuang waktu, dan melelahkan.

Para pembaca terkasih, hal yang tidak menyenangkan dan membuang waktu dan energi, adalah berusaha keras untuk memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan orang yang tidak mau mendengarkan, dengan sengaja tidak mau mendengar.

Jika kita mengasihi seseorang yang tidak mau mendengar , maka tindakan terbaik dan efektif adalah menerima dia apa adanya, berhenti memberikan nasehat atau bahkan berhenti berbicara agar tidak terjadi debat kusir, dan biarkan orang itu sendirian , doakanlah dia selalu dan jangan ganggu dia , sampai ada tanda tanda orang ini siap berkomunikasi.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Job 17, sabtu; “Job lost hope, Ayub kehilangan harapan”

Job 17:15-16 (NKJV)  Where then is my hope? As for my hope, who can see it?Will they go down to the gates of Sheol? Shall we have rest together in the dust?”

Kita bisa mengetahui seseorang kehilangan pengharapan dari perkataan yang keluar dari mulut orang itu.

Job sudah mencapai titik hilang pengharapan, perkataanya sangat negatif dan tidak mengandung kekuatan positif lagi.

Para pembaca terkasih Yesuslah sumber pengharapan yang utama, di dalam Yesus kita mempunyai pengharapan, yakni suatu rencana Tuhan akan hidup kita yang berkemenangan , masa depan yang indah penuh pengharapan, karena itu fokuslah pada Tuhan sumber pengharapan kita.

Renungan harian alkitab, Jumat, Job 16; “angry  Job, Ayub marah”

Job 16:1-3 (NKJV)  Then Job answered and said:”I have heard many such things; Miserable comforters are you all!Shall words of wind have an end? Or what provokes you that you answer?

Pada pasal ke enam belas ini, kita dapat memahami dinamika perasaan Job, ia frustasi, dan kehadiran sahabat sahabatnya pun malah membuat ia semakin frustasi.

Job mengekpresikan kemarahannya pada sahabatnya dan kepada Tuhan. 

Para pembaca terkasih, marah adalah manusiawi, dan boleh saja, baik Tuhan dan manusia masih mempunyai batas toleransi pada ekspresi marah. 

Yang penting diperhatikan adalah 

1.sebelum matahari terbenam selesaikanlah amarah dan jangan biarkan berlanjut menjadi kepahitan, jangan biarkan iblis mencuri kesempatan dan mengambil keuntungan.

2.ketika rasa marah di ekspresikan janganlah berbuat dosa.

Renungan alkitab harian, Job 15,kamis;”no bigmouth – jangan bermulut besar”

Job 15:2-3 (NKJV)  “Should a wise man answer with empty knowledge, And fill himself with the east wind?

Should he reason with unprofitable talk, Or by speeches with which he can do no good?

Eliphaz sahabat dari Joab, mengingatkan Job untuk tidak bermulut besar, dan menggurui orang lain, karena kata kata yang meluncur dari mulut Job penuh kata sia-sia.

Para pembaca terkasih, orang bijaksana dan berhikmat tidak akan mengobral kata kata kosong, semakin bijak semakin penuh makna dan semakin tidak mengoceh sembarangan.

Renungan harian alkitab, Job 14, rabu; “Job back to common sense, Ayub kembali pada akal sehat “

Job 14:10-14 (NKJV)  But man dies and is laid away; Indeed he breathes his last And where is he?As water disappears from the sea, And a river becomes parched and dries up,so man lies down and does not rise. Till the heavens are no more, They will not awake Nor be roused from their sleep.Oh, that You would hide me in the grave, That You would conceal me until Your wrath is past, That You would appoint me a set time, and remember me!

If a man dies, shall he live again? All the days of my hard service I will wait, Till my change comes.

Job akhirnya kembali kepada akal sehatnya, ia menyadari kalau ia mati maka petaka berikutnya menanti, kematian justru bukan pilihan terbaik.

Sebelumnya Job mengoceh ingin mati saja, dan menginginkan cepat mati, setelah mulut besarnya berhenti membual, otaknya mulai bepikir sehat.

Job pun memohon agar Tuhan menolong, ia memberikan kehendak bebasnya untuk ditolong Tuhan dari kematian.

Para pembaca terkasih orang orang yang terlalu banyak bicara biasanya telat berpikir, karena itu baik bagi kita untuk berpikir sejenak dan memastikan apa yang kita ucapkan dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal bicara.

Renungan harian alkitab, Job 13, selasa “Job defend himself, Ayub membela dirinya “

Job 13:1-3 (NKJV)  “Behold, my eye has seen all this, My ear has heard and understood it.What you know, I also know; I am not inferior to you.But I would speak to the Almighty, And I desire to reason with God.

Satu hal yang memperparah keadaan adalah berdalih, berdebat kepada Tuhan! Hal ini tidak mempercepat proses pemulihan dari Tuhan, justru membuat pemulihan tertunda.

Job begitu talkative, banyak bicara, menggerutu, suatu keadaan yang harusnya di hadapi dengan berdiam diri, intropeksi diri, berdoa bersolitude malah Job menjadikan panggung perdebatan kepada sahabatnya dan juga kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih, ingatlah bahwa perdebatan, sibuk membela diri dan menyalahkan orang lain bukanlah sikap yang benar dalam merespon pergumulan dan permasalahan.

Renungan harian alkitab, Job 12 , senin ;” Job still honour God, Ayub masih menghormati Tuhan”

Job 12:13-14 (NKJV)  “With Him are wisdom and strength, He has counsel and understanding. If He breaks a thing down, it cannot be rebuilt; If He imprisons a man, there can be no release.

Dalam perdebatan Job dan sahabatnya Job masih mengakui kebesaran dan menghormati Tuhan. Dalam penderitaan dan depresi yang tengah ia alami , Ia masih memegang prinsip tentang ketuhanan, bahwa  ditangan Tuhan adalah hikmat dan kuasa.

Ini adalah sisi positif dan kebaikan dalam diri Job, ia masih menghormati Tuhan dan mempercayai Tuhan maha kuasa.

Para pembaca terkasih ingatlah selalu prinsip tentang ketuhanan: Dia maha kuasa, hikmat , pengertian dan kesempurnaan  nasehat  datang hanya dari Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 11, minggu; ” big mouth, besar mulut”

Job 11:1-3 (NKJV)  Then Zophar the Naamathite answered and said:

“Should not the multitude of words be answered? And should a man full of talk be vindicated?

Should your empty talk make men hold their peace? And when you mock, should no one rebuke you?

Job ketika tertekan menjadi semakin banyak berbicara, ia ternyata pribadi yang menggurui dan besar mulut! Nampak dari panjangnya perdebatan Job, dan juga teguran dari sahabatnya.

Di saat depresi, untuk memulihkan diri diperlukan waktu menyendiri, menyembah Tuhan, meditasi firman Tuhan, jangan malah mengumbar kata kata kosong yang menggerutu dan menyalahkan Tuhan.

Para pembaca terkasih , orang yang besar mulut, suka menggurui orang lain, menunjukkan kurangnya hikmat Tuhan dalam hidupnya, dan kurangnya kerendahan hati,  jauh lebih baik bertindak menghasilkan buah dan dampak dan sedikit bicara, daripada besar mulut, ingatlah orang berhikmat tidak menggurui dan rendah hati.

Para pemimpin kristen, kita harus berhati hati agar tidak menjadi besar mulut dan mengoceh tentang visi, suara Tuhan dan hal hal supranatural, jauh lebih penting bertindak melepaskan kuasa Tuhan yang nyata melalui karunia: kesembuhan, tanda ajaib, hikmat, nubuatan yang menghasilkan kesaksian daripada sibuk berteori, mengkritik dan mengkaji tentang kuasa Tuhan, ada perbedaan besar antara besar mulut dan besar kuasa Allah.

Renungan harian alkitab, Job 10, sabtu ” indicators of depression, indikator depresi”

Job 10:1 (NKJV) “My soul loathes my life; I will give free course to my complaint, I will speak in the bitterness of my soul.

Bagaimana kita tau apakah kita atau seseorang mengalami depresi? Mudah , dengan mendengarkan perkataannya maka kita tau ia mengalami depresi, perkataan manusia adalah cerminan isi hati dan keadaan jiwa manusia.

Perkaataan; menyesal hidup, malas hidup, tidak ada semangat, berharap mati saja, menyesal dilahirkan, dan perkataam sejenis yang menggambarkan tidak ada gairah lagi untuk hidup adalah cerminan dari orang depresi.

Para pembaca terkasih, anda dapat mengetahui keadaan jiwa anda dengan mendengarkan suara kata- kata yang keluar dari mulut kita sendiri, ketika dengan rendah hati kita mau evaluasi keadaah jiwa kita dengan mendengarkan kata kata yang meluncur dari mulut kitam maka kita dapat dengan segera memulihkan diri jika muncul kata kata negatif.

Apa saja yang membuat jiwa kita negatif;

1. kecewa, kepahitan.

2. Kesombongan.

3. Tidak ada pertumbuhan iman, karena tidak mendisiplikan diri melakukan meditasi firman, dan mendengarkan pengajaran kotbah iman.

4.Dosa.

5. Bersahabat dengan orang orang kepaitan dan tidak beriman akab membuat kita ikut pengaruh negatif.

6. Tidak berdisiplin setiap hari doa pribadi kepada Tuhan, sehingga kehilangan urapan Tuhan dan menimbun beban pergumulan berlarut larut.

Lebih baik kita menjaga kesehatan jiwa kita dengan menjaga kondisi kerohanian kita tetap bugar secara rohani daripada jatuh pada depresi,

Jagalah kebugaran rohani andadengan bertekun doa pagi, meditasi firman, mendengarkan kotbah iman yang penu kuasa di ibadah raya gereja mingguan, dan menaikan pujian penyembahan setiap harinya.

Renungan harian alkitab, Job 9, jumat:” acusation to God, penuduhan terhadap Tuhan.”

Job 9:14-15 (NKJV)  “How then can I answer Him, And choose my words to reason with Him?

For though I were righteous, I could not answer Him; I would beg mercy of my Judge.

Kata kata Job tidak sesuai dengan hati dan tindakan , ia mengatakan tidak akan berdalih atau berbantah dengan Tuhan, tapi justru ia berpanjang lebar membantah dan menyindir Tuhan.

Para pembaca terkasih, kata kaja Job tidak sesuai dengan perbuatannya, ia mengatakan tidak sanggup berdalih kepada Tuhan, tapi ia malah menuduh dan membantah merasa tidak bersalah.

Lebih baik berdiam diri dan berdoa, melakukan instropeksi diri daripada mengoceh menyindir Tuhan, sekali lagi berdoalah ketika gejala depresi muncul, dan kuatkan hatimu dengan firman Tuhan.