Renungan harian alkitab, 1 Kings 24, selasa; ” result of rebbelion to God , hasil dari pemberontakan kepada Tuhan” 

2 Kings 24:9-12 (NKJV)  And he did evil in the sight of the Lord, according to all that his father had done.

At that time the servants of Nebuchadnezzar king of Babylon came up against Jerusalem, and the city was besieged.

And Nebuchadnezzar king of Babylon came against the city, as his servants were besieging it.

Then Jehoiachin king of Judah, his mother, his servants, his princes, and his officers went out to the king of Babylon; and the king of Babylon, in the eighth year of his reign, took him prisoner.

Terulang terus menerus ” pemberontakan pada ketetapan Tuhan”, dan selalu setiap pemberontakan menghasilkan bencana, ketika kuasa Tuhan ditarik dari atas umat Israel , dengan segera kuasa kejahatan, aniaya  perbudakan dunia mengambil alih.

Raja Jehoiachin melakukan hal yang sama , sungguh bodoh sepertinya, jika seorang Raja tidak belajar dari sejarah kerajaan, ia kembali menyembah berhala kepada kerajaan setan, dan dengan segera perbudakan menguasai mereka,

Jujur agak kesal membaca kisah Raja raja yang pintar tapi bodoh rohani , mereka selalu kembali menyembah berhala, tapi hal ini sungguh terjadi, dan mereka semakin terpuruk dan jatuh sangat dalam sehingga semua dijadikan budak di pembuangan.

Para pembaca terkasih, sudah sangat jelas bahwa upah dari pemberontakan kepada Tuhan adalah kuasa setan dengam segera menjadikan anda budak budak kerajaan kegelapan.

Renungan harian alkitab, 2 kings 23, senin; : great example to obey God, keteladanan taat pada Tuhan”

2 Kings 23:3 (NKJV)  Then the king stood by a pillar and made a covenant before the Lord, to follow the Lord and to keep His commandments and His testimonies and His statutes, with all his heart and all his soul, to perform the words of this covenant that were written in this book. And all the people took a stand for the covenant.

Seorang pemimpin, seorang raja mempunyai tanggung jawab dan juga tugas utama , yakni ; memberi keteladanan akan ketaatan pada Tuhan. 

Hanya dengan memberi keteladan akan ketaatan pada Tuhan, umat dan orang yang dipimpin akan mengikuti keteladanan ini , dan kepemimpinan sukses membawa damai sejahtera dalam kehidupan para pengikutnya.

Para pembaca , jikalau anda memimpin, setidaknya dalam rumah tangga sebagai ayah atau ibu, ingatlah keteladanan hal ketaatan kepada Fiman Tuhan  adalah tugas dan tanggung jawab pemimpin  , dimana ada ketaatan pada firman Tuhan, ada damai sejahtera dan keberhasilan turun dalam kepemimpinan anda.

Sudahkah kita sebagai murid Yesus memimpin dalam keteladanan takut akan Tuhan dan taat pada Tuhan sepenuhnya?

Renungan harian alkitab; 2 Kings 22, minggu; ” The importance of Bible, Pentingya Alkitab”

2 Kings 22: 9-11 “So Shaphan the scribe went to the king, bringing the king word, saying “Your servant have gathered the money that was found in the house who do the work ,who over see the house , and have delivered it into the the hand of those who do the work, who oversee the house of the Lord” Then Shaphan the scribe showed the king saying ” Hilkiah the priest has given me a book” and Shaphan read it before the king. Now it happened when the king heard the words of the book of the Law, that he tore his clothes”

Setelah sekian lamanya alkitab  ( kitab kitab Firman Tuhan)  hilang , tidak dibaca, tidak diketahui, sehingga tidak diterpakan ketetapan Tuhan didalamnya, umat Israel semakin terperosok pada kejatuhan, bahkan para pemimpin  yang hatinya taat pada Tuhan dan beriman pun tidak punya pedoman yang dapat di pegang secara tertulis.

Para staff kerajaan menemukan gulungan kitab kitab firman Tuhan dan membawanya pada Raja Joshia, dan Raja Joshia pun mengoyakkan jubahnya menyerukan pertobatan karena dari alkitab Ia mengetahui bahwa sudah terjadi dosa dosa dan pelanggaran ketetapan Tuhan , dan umat harus kembal ke jalan yang benar.

Para pembaca, peran kehadiran kitab kitab tertulis firman Tuhan sangatlah penting, tanpa alkitab, kita kehilangan petunjuk , pedoman tertulis, bahkan dikatakan umat akan tersesat jalannya,

Pentingnya Alkitab, akan sangat dirasakan di situasi dan kondisi dimana tidak diketemukan alkitab, contoh di daerah terpencil di pelosok pelosok  negara tertentu, seperti pulau pulau terpencil di indonesia, samudera pasifik , daerah pedalaman di China, dan banyak tempat lainnya dimana alkitab sulit ditemui.

Kita harus  mengucap syukur bagi kita orang orang yang hidup di perkotaan modern, alkitab begitu mudah ditemui dan dibaca, sehingga kita punya pedoman tertulis dan dapat merenungkannya dan melakukannya dengan tepat.

Ayo kita tekun membaca alkitab, salah satunya ikuti renungan harian cahyaadi.worpress.com ini, dalam 2 tahun blog ini akan membahas  1 pasal setiap hari dan memilihkan satu rhema firman Tuhan bagi anda, dari kitab kejadian hingga wahyu. sehingga kita semua dalam 2 tahun akan menyelesaikan pembacaan alkitab/

 

Renungan harian alkitab, 2 Kings 21, Sabtu” Failed to disciple- gagal memuridkan “

2 Kings 21:3 For he rebuilt the high place which Hezekiah his father had destroyed; he raised up altars for Baal, and made wooden image,..”

Raja Manasseh sangat berbeda dengan Ayahnya Raja Hezekiah, ia gagal dimuridkan oleh sang Ayah ! apa yang dibangun dengan kerja keras dan penuh perjuangan oleh sang Ayah raja Hezekiah, semua dihancurkan kembali oleh sang Anak !

Yang terkena dampak adalah umat  Israel, budaya iman dan taat pada Tuhan Allah Isreal, Tuhan Abrahaman , Isaac dan Jacob yang telah berhasil dipulihkan oleh sang Ayah Raja Hezekiah, di hancurkan sang anak ! Raha Manaseeh kembali lagi menyelenggarakan budaya penyembahan berhala, sehingga umat Israel berjalan kembali dalam kegelapan dan kehancuran kuasa jahat.

Para pembaca terkasih , tanpa adanya pemuridan pemimpin pada generasi berikutnya, segala pencapaian dan budaya yang telah dibangun menjadi hancur berantakan, Pemuridan kepada anak dalam keluarga sangatlah penting !

Jika suatu keluarga hidup benar dan berkelimpahan dalam jalan kebenaran menjadi murid Kristus, maka pemuridan kepada anak dalam keluarga adalah prioritas penting yang harus dilakukan sejak dini , agar anak anak dimuridkan mengenal Tuhan dan mempunyai karakter murid Yesus sejati.

Dalam kepemipinan juga penting memuridkan generasi muda membangkitkan pemimpin -pemimpin muda yang takut akan Tuhan dan beriman , agar apa yang dibangun generasi senior dapat terus berkembang dan tidak dihancurkan oleh generasi pemimpin muda.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 20, jumat, ” show off bring disaster, pamer mendatangkan bencana”

2 Kings 20:15-18 (NKJV)  And he said, “What have they seen in your house?” So Hezekiah answered, “They have seen all that is in my house; there is nothing among my treasures that I have not shown them.”

Then Isaiah said to Hezekiah, “Hear the word of the Lord:

‘Behold, the days are coming when all that is in your house, and what your fathers have accumulated until this day, shall be carried to Babylon; nothing shall be left,’ says the Lord.

‘And they shall take away some of your sons who will descend from you, whom you will beget; and they shall be eunuchs in the palace of the king of Babylon.’ “

Karena raja Hezekiah suka pamer, ia memamerkan kekayaan dan barang berharga di istananya kepada Raja Babylonia!

Karena pamer maka bencana besar melanda kerajaan Israel, kerajaan Babylonia terpancing untuk datang dan merampok bahkan bukan hanya semua harta kekayaan yang dirampok, tapi juga menjadikan umat Israel budak budaknya !

Pamer kekayaan, atau pamer  hal lainnya mendatangkan bencana !

Para pembaca janganlah suka pamer awas bencana akan datang kepada orang yang suka pamer! Jaman ini orang orang melalui media sosial  suka pamer kekayaan, pamer makan makanan mahal, pamer jalan jalan tamasya keluar negri, pamer kemesraan kekasih, pamer menunjukan dia hebat berprestasi.

Hendaklah kita rendah hati, dan jangan suka pamer, mari kita belajar dari kisah raja Hezekiah yang suka pamer.

Renungan harian alkitab, 2 kings 19,  kamis; “because you have pray, karena engkau sudah berdoa”

2 Kings 19:19-20 (NKJV)  Now therefore, O Lord our God, I pray, save us from his hand, that all the kingdoms of the earth may know that You are the Lord God, You alone.”

Then Isaiah the son of Amoz sent to Hezekiah, saying, “Thus says the Lord God of Israel: ‘Because you have prayed to Me against Sennacherib king of Assyria, I have heard.’

Bagaimana cara menggerakan hati Tuhan, dan mendapatkan pertolongan supranatural?

Caranya ternyata tidak rumit dan tidak rigid, caranya mudah = berdoa sungguh-sungguh dengan rendah hati kepada Tuhan! , itu saja!

Raja Hezekiah berdoa sungguh sungguh dengan rendah hati, karena ia rendah hati maka ia menerima Nabi Isiah yang membawa pesan dan pesan Tuhan besertanya, dan doa orang yang rendah hati dengan sungguh -sungguh mendatangkan mukjizat supranatural, 

Inilah yang terjadi, Nabi Isiah datang membawa pesan Tuhan dan nubuatan dari nabi Isiah digenapi;           

“2 Kings 19:35 (NKJV)  And it came to pass on a certain night that the angel of the Lord went out, and killed in the camp of the Assyrians one hundred and eighty-five thousand; and when people arose early in the morning, there were the corpses–all dead.: 

Para pembaca yang terkasih sudahkan kita berdoa dengan rendah hati dan dengan sungguh sungguh?

Jika ya tak akan lama lagi Tuhan akan membuat terobosan dan mukjizat atas pergumulan anda!

Sebuah kebenaran yang disepelekan orang Kristen” doa sungguh sungguh dan kerendahan hati.

Renungan harian akitab, 2 Kings 18, rabu; ” He prospered wherever he went, Dia berhasil kemanapun melangkah “

2 Kings 18: 5-7 ” He trusted in the Lord God of Israel, so that after him was none like him among all the kings of  Judah, nor who were before him, for He held fast to the Lord; he did not depart from following Him, but kept His commandment, which the Lord had commanded Moses. The Lord was with him; he prospered whenever he went.”

Raja Hezekiah,  berhasil dan beruntung, apapun yang ia kerjakan ia selalu berhasil, umat Israel mengalami damai sejahtera dan kemakmuran terjadi di negri, apa rahasia keberhasilan Raja Hezekiah?

Raja Hezekiah mempercayai Tuhan sepenuhnya, ia Taat pada firman Tuhan seluruhnya dan sepenuhnya, ia sungguh berjalan dalam kehendak Tuhan, Tanpa kompromi,  dampak dari karakter taat kepada Tuhan ini adalah ia hidupnya dalam kemakmuran dan kelimpahan  berkat Tuhan.

Para pembaca terkasih dalam kitab Raja -raja, kita melihat dengan jelas, bahwa raja-raja yang memberontak kepada pimpinan dan firman Tuhan memilih keluar dari perlindungan Tuhan dan berjalan sendiri dalam kegelapan dan penderitaan, tetapi Raja yang Taat pada Tuhan dan firman Tuhan , mereka dalam pimpinan Tuhan mengalami pertolongan Tuhan , kesejahteraan dan kemakmuran.

Sebenarnya ini hal yang mudah dipelajari , jika anda taat pada Tuhan dan firman Tuhan sepenuhnya, maka terang akan menyinari hidup anda: berhasil, makmur dan sejahtera, jika memberontak pada firman Tuhan dan pimpunan Tuhan maka berjalan sendiri dalam kegelapan dan penderitaan dunia dan penghukuman iblis.

 

Renungan harian Alkitab, 2 Kings 17, Selasa ” Provoke & Against God, melawan dan memprovokasi Tuhan “

2 Kings 17 : 12 ” for they served idols, of which the Lord had said to them , “You shall not do things “

Umat Israel menjadi budak, tertawan, dan terjajah, hidup dalam penderitaan dan penganiayaan !

Apakah yang terjadi ? bukankah bangsa Israel bangsa yang dipilih dan dicintai Tuhan ?Umat Israel dengan sengaja memprovokasi ddan melawan Tuhan terang -terangan, apa yang diperintahkan Tuhan dengan kata ” You shall not ( Jangan kamu lakukan ) , malah dilakukan dengan sengaja ,terang terangan dan masif !

Umat Isreal menolak perintah Tuhan dan  sengaja memberontak dan bahkan memprovokasi Tuhan !

Di jaman ini , hal ini masih terjadi di gereja Tuhan, banyak orang orang Kristen yang dengan sengaja, terbuka , terang terangan memprovokasi Tuhan!  apa yang Tuhan katakan jangan lakukan mereka sengaja melakukan,

Contoh sederhana, dari 10 perintah Tuhan dengan jelas dikatakan untuk menguduskan hari sabatah dan beribadah ke gereja, tetapi dengan sengaja terang terangan umat melawan perintah Tuhan: mereka sengaja membolos ibadah hanya untuk jalan jalan ke mall di kota lain, atau bahkan tidur tiduran dirumah karena malas .

Akibatnya mereka tidak hidup dalam berkat Tuhan , karena mereka sengaja mau hidup jalan sendiri , melawan Tuhan.

Contoh sederhana lainnya ; perintah Tuhan agar jangan menikah dengan pasangan tidak satu iman dan tidak berimbang secara kerohanian, karena terang dan gelap tidak bisa bersatu,  dilanggar dengan terang terangan dan sengaja , akibatnya pernikahan menjadi petaka neraka di bumi, penuh penderitaan dan kesedihan.

hidup atau mati, bahagia atau  menderita, binasa atau hidup kekal, adalah pilihan manusia , apakah ia menerima perintah dan ketetapan Tuhan atau menolak Tuhan.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 17, Senin;” rebellion character, karakter pemberontak”

2 Kings 17:13-14 (NKJV)  Yet the Lord testified against Israel and against Judah, by all of His prophets, every seer, saying, “Turn from your evil ways, and keep My commandments and My statutes, according to all the law which I commanded your fathers, and which I sent to you by My servants the prophets.”

Nevertheless they would not hear, but stiffened their necks, like the necks of their fathers, who did not believe in the Lord their God.

Tuhan telah mengirim begitu banyak Nabi untuk menyampaikan pesan pertobatan kepada umat Israel, mereka sama sekali tidak mendengarkan.

Umat Israel sengaja memberontak kepada Tuhan, memberontak terhadap pimpinan para Nabi, bukan hanya sekali tapi beratus kali, dan beratus tahun lamanya.

Para pembaca  umat  Israel telah memilih jalan mereka sendiri, mereka menolak Tuhan, dan mereka menuai hasil pilihan mereka sendiri, menjadi budak dan terkalahkan bangsa asing, mereka tidak hanya diperbudak kerajaan lain tapi juga oleh kuasa penyembahan berhala.

Ketika Tuhan terus menerus mengirim hamba -hamba Tuhan untuk menegur, memimpin umatnya, tapi umat memberontak, maka umat telah memilih keluar dari jalan terang dan hidup dalam jalan kegelapan.

Renungan Harian Alkitab, 2 Kings 16, Minggu ; ” Failed To Disciple, Gagal memuridkan “

2 Kings 16: 2 ” Ahaz was twenty years old when he became King , and he reigned sixteen years in Jerusalem : and he did not do what was right in the sight of The Lord his God, as his father David had done”.

Raja Jotham adalah Raja yang baik, takut akan Tuhan, dan beriman, Dalam pemerintahan Tuhan umat Isreal kembali beribadah kepada Tuhan dan takut akan Tuhan,

Sayangnya Jotham gagal memuridkan anaknya sendiri Ahaz!

Jotham menghasilkan anak yang tidak beriman dan bahkan membuat kekejian dalam pemerintahan dengan menghidupkan kembali ritual penyembahan pembakaran anak kepada dewa berhala.

Ahaz tidak seperti  Jotham, ia gagal di muridkan oleh Ayahnya,  kegagalan pemuridan ini  membuat satu generasi umat Israel kembali jatuh dalam penyembahan berhala.

Para pembaca terkasih, pada saat kita hidup benar dan beriman kepada Tuhan, ingatlah bahwa ada  Amanat Agung yang diperintahkan Tuhan kepada kita, yakni memuridkan anak anak kita, memuridkan generasi muda, memuridkan para pemimpin baru, karena jika kita gagal memuridkan dan melahirkan murid -murid Tuhan yang baru, petaka dan kejatuhan akan terjadi pada generasi berikutnya.

Pemuridan adalah Amanat Agung Yesus Kristus, dan bukan pilihan, marilah kita masuk dalam  hubungan dimuridkan dan memuridkan dalam iman kekristenan.